Sabtu, 28 Maret 2020

Ibadah Minggu di Rumah 29 Maret 2020


GEREJA PROTESTAN PERSEKUTUAN (GPP)
Jemaat Siaro, Resort Tapanuli Utara I
Acara Ibadah Minggu di Rumah (Batak Toba)
Minggu Judika, 29 Maret 2020
 

Tema: Hatigoran ni Jahowa na Paluahon
Persiapan
1.    Dipersiapkan 2 atau 3 Petugas Ibadah:
-          Pemimpin Nyanyian.
-          Pemimpin Doa, Pembaca Nas, dan Pembaca Narasi Khotbah.
-          Pembawa Doa Syafaat (bisa dirangkap oleh pemimpin nyanyian atau doa).
2.    Bibel (Alkitab) dan Buku Ende (Kidung Jemaat).
3.    Ibadah Dimulai pukul 10.00 WIB, setelah lonceng gereja berbunyi.

Ibadah
--- Saat Teduh/ Martangiang di bagasan roha ---
1.    Marende BE No. 9:1-2 “Hupuji Holong ni”
Hupuji holong ni rohaMu o Tuhan Jesus Rajangki
Tu Ho hulehon ma tondingku ai i do pinangidoMi
Huhalupahon ma diringku mamingkir holong ni rohaMu
Sai dilului Ho do ahu au pe huhalungunhon Ho
Ditaiti rohaMi rohangku dibahen i hulehon do
Dipillit Ho hian tondingku i pe hutodo Ho Tuhanku

Kamis, 28 Maret 2019

BERSUKACITA KARENA KASIH KARUNIA ALLAH (TITUS 2:11-14)


Teks Khotbah: Titus 2:11-14
Khotbah UEM Minggu 31 Maret 2019
Tema: Bersukacita Karena Kasih Karunia Allah

Teks
2:11 Karena kasih karunia  Allah  yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. 2:12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini 2:13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, 2:14 yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.

Pengantar
Sejak abad 18 para sarjana sepakat menggolongkan Kitab Titus bersama 1-2 Timotius kepada kelompok Surat Pastoral (Penggembalaan). Walaupun nama “penggembalaan” itu sendiri sebenarnya tidak menerangkan isi surat-surat ini keseluruhan karena ia juga berisi tentang aturan organisasi gerejawi. Sederhananya dapat dikatakan bahwa Surat Titus dimaksudkan sebagai wejangan Rasul Paulus kepada rekan sekerjanya yang masih muda bernama Titus di Pulau Kreta/ Crete (disebut juga Kandia), sebelah tenggara Yunani. Penduduk Pulau ini memikiki peradaban tinggi namun bermoral rendah, dihuni mayoritas masyarakat Yunani tetapi juga banyak orang Yahudi di sana. Gunung Ida, gunung tertinggi di sana dipercaya sebagai tempat kelahiran dewa Zeus (dewa Yunani).
Memang memasuki awal abad ke 19, oleh pengaruh Schleiermacher, keotentikan penulis Surat ini mulai dipertanyakan dan sekarang pada umumnya para sarjana menyimpulkan bahwa Surat Titus bukanlah hasil karya Paulus langsung tetapi merupakan pseudo-Paulus/ pseudepigrapher (walaupun tetap umumnya mempertahankan setidaknya ia adalah karya salah satu murid Paulus) yang dituliskan sekitar abad 1 Masehi.[1]

Jumat, 15 Februari 2019

Ibadah yang Benar (Maleakhi 3:13-18)

Maleakhi 3:13-18
Ibadah yang Benar

Teks:
13. Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: “Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?”
14. Kamu berkata: “Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam? 
15. Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allahpun, mereka luput juga.” 
16. Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: “TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.” 
17. Mereka akan menjadi milik  kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia. 
18. Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

Penulis dan Konteks Hidup
Dalam studi akademis, tampaknya Kitab Maleakhi ini tidak mendapatkan ruang perdebatan yang sampai menimbulkan ketegangan seperti yang dialami oleh kitab-kitab lain dalam gulungan Nabi-nabi Kecil. Childs (1980:489) menduga “hal ini disebabkan oleh pandangan umum yang melihat bahwa kerumitan yang terdapat dalam Kitab Maleakhi ini tidak sekompleks apa yang ditemukan dalam kitab nabi-nabi kecil yang lainnya. Demikian, pada umumnya para sarjana seolah-olah menyepakai konsensus yang menempatkan kepenulisan Maleakhi pada paruh pertama abad 5 sM sebelum peristiwa reformasi Ezra dan Nehemia.” Tentang ini kita akan menyinggungnya lagi nanti.
Siapakah Maleakhi? Superskripsi (1:1) “Ucapan Ilahi. Firman TUHAN kepada Israel dengan perantaraan Maleakhi”, adalah bentuk sastra yang biasa dalam tulisan kuno, seperti dalam Zakaria 1 dan lainnya. Namun berbeda dari nama kitab umumnya, Maleakhi (Ibr. Mal’aki) adalah gelar/ sebutan yang bearti “pembawa pesan” (utusan), ia bukanlah sebuah nama pribadi. Septuaginta (dan teks Yunani lain) mengartikannya dengan membubuhkan bentuk orang ketiga (pembawa pesan-Nya, his messenger), sedangkan teks Ibrani sendiri sesuai dengan pasal 3:1 menggunakan bentuk orang pertama (pembawa pesan-Ku, my messenger). Ada beberapa teori yang mencoba untuk mencari tahu siapa sebenarnya si “pembawa pesan” ini, tapi tampaknya argumentasi yang dibangun tidaklah begitu kuat, misalnya Bulmerincq yang mengusulkan penulisnya adalah salah seorang asistennya Ezra. Childs (1980:494) menduga bahwa nama pribadi dari nabi yang menuliskan mungkin hilang (atau dihilangkan?) ketika penyebarluasan tulisan ini, dan komunitas Ibrani telanjur mewariskan tradisi bahwa “mal’aki” seolah-olah nama pribadi itu sendiri.
Kapan kitab ini dituliskan? Ada pihak yang menganggap karena Kitab Maleakhi dalam Alkitab terdapat pada urutan akhir sehingga dituliskan paling terakhir, tentu anggapan ini keliru. Seperti yang telah disinggung di atas, Eissfeldt (1966:442-443) juga sepakat dengan kebanyakan sarjana yang meletakkan pentarikhan pada paruh pertama abad 5 sM di antara masa Hagai-Zakaria (520 sM) dengan masa Nehemia-Ezra (400 sM). Mungkin sekali ia sejaman dengan Deutero Yesaya (Yesaya 40-55). Dasar pengusulan ini adalah dengan tampak jelasnya eksistensi kultus Bait Allah serta fakta kehidupan umat yang menaati kultus tapi sekaligus adanya praktik penyembahan ilah lain yang tersebar luas, hal inilah yang nantinya ditentang oleh Ezra dan Nehemia. Periode ini adalah salah satu periode Alkitab yang sangat sedikit informasi yang dapat kita peroleh.

Senin, 24 Desember 2018

Kisah mengharukan: Maafkan aku, ayah..

Kisah ini banyak ditemui di berbagai sumber, tapi sayang untuk tidak dibagi...

Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.
Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh… aku harus menyediakan makan untuknya.
Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja.

Senin, 17 Desember 2018

TERTIB ACARA NATAL SEKOLAH MINGGU




TERTIB ACARA NATAL SEKOLAH MINGGU
GPP SIARO, RESORT TAPANULI UTARA I
Rabu, 19 Desember 2018, Pukul 18.00 WIB

Thema: Sukacita milikku, juga bagi semua orang (Filipi 4:4) 

I.  PRA-IBADAH
1.   Persiapan
2.   Ucapan Selamat Natal:   a. Mewakili Guru Sekolah Minggu
                                          b. Mewakili Sekolah Minggu
                                          c. Mewakili R/NGPP
                                          d. Mewakili Orang Tua
                                          e. Majelis Sekolah Minggu/ Parhalado
                                          f. Kepala Desa Siaro

3.   Menyalakan Lilin:   a. Kepala Desa Siaro
                                b. Majelis Sekolah Minggu/ Parhalado
                                c. Mewakili Orang Tua
                                d. Mewakili R/NGPP
                                e. Mewakili Sekolah Minggu
                                f. Mewakili Guru Sekolah Minggu
4.   Tarian Malaikat

II.  IBADAH
1.  Bernyanyi BE No. 62: 1-2      “Halalas ni roha godang”
Halalas ni roha godang, na hubaritahon on. Nunga tubu Sipalua di hita jolma on. Hasangapon di Debata, laos dame, dame, dame ma di jolma. Lomo ni roha ni Debata do hita jolma on.
(Jemaat berdiri)
Ai saborngin on do binsar bintang di na holom i. Sumondangi hagolapon, na di rohanta i. Hasangapon di Debata, laos dame, dame, dame ma di jolma. Lomo ni roha ni Debata do hita jolma on.
2.  PANGGILAN BERIBADAH  (P: Pemimpin, J: Jemaat)
P   :    Perayaan Natal Sekolah Minggu GPP Siaro ini diadakan hanya di dalam Nama Allah Bapa, Nama Putra-Nya Tuhan kita Yesus Kristus, dan Nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi. Amin.
J   :    Terima kasih Tuhan, karena Engkau telah hadir di dunia ini.
P   :    Firman itu telah menjadi manusia dan Dia diam di antara kita.
J   :    Terima kasih Tuhan Yesus atas kasih-Mu kepada kami.

Kamis, 01 November 2018

GEREJA DAN PEREMPUAN

(Refleksi Keikutsertaan Aktif Perempuan dalam Pelayanan Gereja)


Dulu, nun jauh di seberang lautan sana, hiduplah seorang gadis manis bernama Hester Needham. Ia lahir 23 Januari 1843 di kota yang dikenal sebagai salah satu pusat industri dunia ketika itu, London ibukota Inggris Raya, dan memiliki pengalaman yang cukup baik. Dia mahir melukis, pernah bekerja di luar negeri (Italia), aktif dalam organisasi keperempuanan dan pemuda juga seorang Guru Sekolah Minggu yang kreatif.
13 April 1889, ia menerima surat edaran yang berisikan kebutuhan Guru Perempuan Kristen di wilayah Afrika, Tiongkok, Jawa, Kalimantan, dan juga: Sumatera. Setelah melapor kepada Pdt. Dr. A. Schreiber di Barmen (Jerman), maka dipastikanlah bahwa Needman diutus ke Sumatera, Tapanuli, Silindung, Pansurnapitu. Needham tiba di Teluk Sibolga pada tanggal 10 Desember 1889. Inilah saat yang merupakan awal kegiatan dan pelayanan yang terarah kepada perempuan Batak. 16 Desember 1889, bersama Pdt. Meerwaldt ia sampai di Pansurnapitu, dan mereka segera berjalan-jalan melihat sekolah-sekolah yang ada di sana. Namun hatinya begitu teriris, air matanya menetes melihat kenyataan tidak ada satupun perempuan Batak yang duduk di bangku sekolah! Sejak saat itulah ia berjanji akan setia melayani perempuan Batak.

Kamis, 21 Desember 2017

IBADAH PERAYAAN NATAL KELUARGA BESAR STAKPN TARUTUNG



IBADAH PERAYAAN NATAL
KELUARGA BESAR STAKPN TARUTUNG
TAHUN 2017

Tema          :    Hendaklah Damai Sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu (Kolose 3:15).
Subtema    :    Spiritualitas Keugaharian sebagai upaya bersama mewujudnyatakan Damai Sejahtera Kristus, tanggap terhadap isu-isu yang berkembang serta menentang ketidakadilan dan paham radikalisme di Perguruan Tinggi.


I.   PRA-IBADAH
1.  Prosesi
Pengkhotbah, Liturgos, Pendoa Syafaat, Ketua STAKPN Tarutung, Kabag, Wakil Ketua (I, II, dan III), Ketua Jurusan, Direktur Pascasarjana, Ketua Senat Dosen, Ketua Senat Mahasiswa, dan Ketua Panitia Natal.

2.  Laporan dan Kata Sambutan
1.    Laporan Ketua Panitia Natal
2.    Ketua Senat Mahasiswa STAKPN Tarutung
3.    Ketua STAKPN Tarutung

3. Penyalaan Lilin (Diiringi Paduan Suara Sem. V)
      - Pengkhotbah
      - Ketua STAKPN Tarutung
      - Kabag, diwakili oleh Kasubag Umum
      - Ketua Senat Dosen
      - Ketua Senat Mahasiswa
      - Utusan Dosen dan Pegawai
      - Ketua Panitia Natal
               
4.  Persembahan Pujian: Ruth dan April Sinambela

II.  IBADAH
1. Panggilan Beribadah (L= Liturgos, J= Jemaat) L: Pdt. Andar G. Pasaribu, M.Pd.K
(Jemaat berdiri)
L
:
Ibadah Perayaan Natal Keluarga Besar STAKPN Tarutung Tahun 2017 ini hanya dimateraikan di dalam Nama Allah Bapa, dan Putra-Nya Yesus Kristus, dan Roh Kudus. Dialah Pencipta awal dan akhir, Penebus dunia, dan Pemelihara Kehidupan. Amin.
J
:
Kami mendengar panggilan-Mu, dan kami memohon perkenanan-Mu.
L
:
Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan. Namanya ialah Tuhan, bersukalah di hadapan-Nya.
J
:
Kami mendengar panggilan-Mu, dan kami bersuka di hadirat-Mu yang kudus.